Tahun 1997 formasi baru Slank atau formasi ke – 14 akhirnya
diresmikan. Dengan susunan anggota Bimbim (Drum), Kaka (Vokal), Ivanka
(Bass), Abdee Negara (Gitar), dan Ridho Hafiedz (Gitar) Slank tujuh
membuka lembar baru.
Di luar dugaan,formasi ini sedikit banyak mampu menghapus
bayang-bayang Bongky, Pay, dan Indra Q. Minimal, Slank dianggap bisa
menemukan bentuk baru tanpa kehilangan ciri khas. Album baru bertitel
”Tujuh” pun dilepas pada Januari 1998 dengan mengandalkan single
”Balikin”. Lagu yang menandakan bahwa Bimbim, Kaka, dan Ivanka ingin
rehat dan sehat dari ketergantungan mereka terhadap narkoba. Ditambah
dengan Abdee dan Ridho yang benar - benar bersih dari narkoba, semakin
menguatkan niat mereka untuk sembuh. Album pertama kalinya yang diisi
oleh Abdee dan Ridho tersebut berhasil terjual satu juta copy hanya
dalam hitungan minggu. Di tahun ini pula Bunda Iffet selaku ibunda dari
Bimbim mengambil alih jabatan menjadi Manajer Slank dengan tujuan untuk
semakin mendekatkan diri terhadap para personil Slank dan berniat
membantu penyembuhan mereka.
Mei 1998, Slank kembali melepas
album terbaru yang diberi judul ”Mata Hati Reformasi”, seiring dengan
reformasi yang telah terjadi di Indonesia setahun kemudian. Dengan hits
single “Ketinggalan Jaman”, kali ini Slank tampil jauh lebih garang dari
album sebelumnya. Kegusaran anak muda melihat reformasi yang makin hari
makin tidak jelas, menjadi tema sentral. Slank juga menyelipkan lagu
"Siapa Yang Salah" di album ini, setelah sebelumnya lagu tersebut
mendapat pencekalan. Bukan hanya itu,Slank juga mengaransemen lagu
daerah dan memberinya judul "Punk Java".
Bendera Slank semakin gagah
berkibar. Tahun 1998 Slank juga menyelenggarakan konser dengan judul
”Konser Piss 30 Kota” yang kemudian direkam secara live dan dijual ke
pasaran. Album live kompilasi ini banyak mengambil lagu-lagu Slank yang
bertemakan politik yang dibawakan pada konser tersebut dan hampir di
setiap lagu, ada sedikit ”ceramah” dari Kaka maupun Bimbim ketika konser
berlangsung. Slank juga memberikan bonus dua buah lagu baru untuk album
ini, yakni ”Pintu” dan ”Makan Gak Makan”. Selain Album live tersebut,
pada tahun yang sama Slank juga menelurkan album VCD Karaoke yang diberi
judul “X-1 dan X-2″.
Tahun berikutnya yakni 1999 Slank merilis
double album dengan judul ”999+09” yang merupakan sebuah gebrakan
dahsyat bagi musik Indonesia. Ada total 27 lagu yang dibuat untuk album
yang dibentuk dalam dua versi yaitu versi abu-abu dan versi yang biru
ini. Album 999+09 versi yang biru memiliki single ”Bintang Kesiangan”
dan ”Anak Mami”, sedangkan versi abu-abu memiliki single ”Orkes Sakit
Hati”, ”Ngangkang” serta ”Malam Minggu Lagi”. Dalam album ini pula untuk
pertama kalinya Slank membuat lagu berbahasa Inggris dan keunikan di
album ini adalah Slank tidak menyertakan lirik lagu di dalam albumnya
melainkan meletakkannya di situs resmi Slank di http://www.Slank.com.
Bonus
dari album ini adalah sebuah kantong kecil (seperti saku celana jeans
dengan logo Slank) yang bisa dipakai di ikat pinggang. Keluarnya double
album ini juga semakin membuktikan bahwa Slank masih dapat bertahan dan
semakin mempertegas komposisi formasi ke – 14 mereka.
For Some Info :
Bimbim akhirnya menemukan Bidadari Penyelamatnya yaitu Renny Setiawati
dan Setelah merilis album kembar ini, Bimbim menikahi wanita keturunan
Aceh tersebut pada 22 Oktober 1999. Saat ini, Bimbim dan Renny telah
memilikii dua orang anak yaitu Mezzaluna D'azzuri dan Tallulah Alami.
Memasuki
tahun 2000, kaka, Bimbim, dan Ivanka yang terjerat narkoba akhirnya
menyatakan diri telah sembuh. Tahun berikutnya yakni 2001, Slank sudah
benar-benar sehat dan kemudian merilis album “Virus” dengan cover album
sesosok tubuh wanita dengan tato logo Slank di perutnya. Wanita tersebut
adalah mantan isteri H.Rhoma Irama yaitu Angel lelga atau yang kini
lebih dikenal dengan nama Angelique. Lagu andalan di album ini adalah
“Virus”, “Jakarta Pagi Ini”, dan “#1” serta tak lupa Slank menghadirkan
lagu bertema sosial di album yang covernya terdapat foto personil Slank
bertelanjang dada ini.
Keprihatinan Slank tentang pembabatan hutan
juga bisa ditangkap lewat lagu “Lembah Baliem”, bahkan Slank memasukan
lagu daerah asal tanah Papua “Yamko Rambe Yamko” di akhir lagu tersebut.
Pada lagu “#1” dan “Symphaty Blues”, Slank untuk pertama kalinya
memasukkan unsur orkestra di lagunya. Erwin Gutawa digaet untuk membantu
mengisi unsur orkestra terebut. Lagu #1 itu sendiri sengaja
dipersembahkan untuk Bunda Iffet yang mampu membantu Slank. Terbebas
dari jeratan narkoba. Bonus untuk pembelian album adalah sebuah tato
logo Slank dan sebuah kalender mini.
Sukses album “Virus”, Slank
langsung mengadakan konser Virus Road Show 22 Kota di Indonesia dan
hasil livenya sendiri bisa dilihat dan didengar di album yang diberi
judul “A Mild Live Slank Virus Road Show” dengan tambahan satu buah lagu
baru yang berjudul “I Miss You But I Hate You”. Dalam versi kaset album
ini, terdapat rekaman permainan solo dari Abdee, Ridho, dan Ivanka.
Dalam versi VCD, terdapat rekaman terjadinya kericuhan ketika konser
yang berhasil diredakan oleh Slank. Slank juga mneyelipkan bonus untuk
album ini, yakni sebuah “Koran Koranan Slank” yang akhirnya ditetapkan
sebagai media penyampaian informasi terhadap Slankers yang bisa
didapatkan secara berkala setiap satu bulan sekali. Pada akhirnya,
tabloid yang awalnya "Koran koranan" tersebut bermetamorfosis menjadi
Koran Slank atau Kans. Sebelum Koran Slank, ketika formasi ke - 13 Slank
juga membuat sebuah tabloid yakni "Buletin Slank". Nama buletin sendiri
dipakai sebagai simbol agar para Slanker melingkari (buletin) jadwal
kegiatan Slank di kalender kegiatan mereka masing-masing.
For Some
Info : Untuk saat ini, Koran Slank atau Kans masih dalam masa vakum,
jadi untuk menyampaikan informasi terbaru tentang Slank, Slankers dapat
melihatnya di website resmi Slank di http://www.Slank.com
Seperti
tidak mengenal lelah, Slank lagi-lagi merilis album studio kesebelas nya
yang diberi titel “Satu-Satu” pada tahun 2003. Lagu bertajuk “Bulan dan
Bintang”, ”Gara-gara Kamu”, dan ”Jembatan Gantung” menjadi hits untuk
album yang covernya berlatar belakang lautan ini. Uniknya, dalam video
klip Jembatan Gantung personil Slank sama sekali tidak muncul. Video
klip itu hanya menampilkan artis – artis muda yang saat itu sedang naik
daun, seperti Marshanda dan Angel Karamoy saja. Lagu Bulan dan Bintang
juga masuk dalam soundtrack film ”Novel Tanpa Huruf R” dan bonus yang
diselipkan di album ini adalah sebuah kondom, sebagai simbol
keikutsertaan Slank dalam mendukung kampanye anti HIV/AIDS. Kesuksesan
album ke sebelas ini juga diikuti dengan penghargaan AMI Award lewat
kategori Album Rock Terbaik.
Setelah meluncurkan album “Satu-Satu”,
Slank kemudian menyelenggarakan konser keliling bertema ”Satu-Satu Live
Tour” di kota-kota Indonesia. Beberapa lagu dalam konser tersebut
kemudian dimasukkan ke dalam album live ketiga Slank yang diberi judul
”Bajakan”. Bajakan adalah bentuk kegelisahan Slank terhadap para
pembajak yang dengan mudah dan gampangnya mencuri hak cipta seorang
pemusik. Ada tiga lagu baru yang dimasukkan di album yang bercover
"Slank masuk penjara" ini. Lagu berjudul ”That’s All” yang direkam pada
konser ”Satu-Satu Live Tour” menjadi single, disusul ”Bendera 1/2 Tiang”
yang direkam di studio ”Parah” dan juga lagu hasil kolaborasi dengan
group musik dari Korea Selatan berjudul ”South Asia”. Lagu South Asia
ini direkam secara live bersama “Yoon Band” grup musik asal Korea dan
lagu ini juga pernah dibawakan saat Slank bermain di Korea dan Yoon Band
pun ikut berkolaborasi di lagu “I Miss You But I Hate You” milik Slank
yang direkam pada acara “Impresario”. Ada juga lagu dimana Slank
berkolaborasi dengan raja dangdut ”Rhoma Irama” di lagu “Balikin” dan
hasil konser slank “Tiga Dimensi” pun dimasukkan kesini. Pada ending
album Bajakan terdapat “Sumpah Anti Pembajak” yang dideklarasikan Slank
dan Slankers se-Indonesia. Slank juga menghadiahkan sebuah pick gitar
untuk pembelian album Bajakan yang Orisinil ini.
Setelah membajak
karya sendiri, memasuki tahun 2004 Slank menggelar konser bersama grup
band NAIF dengan tajuk “Road to Peace” 24 Kota. Yang menarik dari konser
ini adalah, Slank membawakan lagu-lagu baru yang belum pernah dibawakan
dan hasil lagunya direkam secara live dan dijadikan album Slank
berikutnya.
Lagu yang dibuatkan untuk para Slankers yakni “Mars
Slankers”, dan lagu “Salah” menjadi jagoan di album ini. Dalam klip lagu
ini hanya terdapat beberapa Slankers yang sedang mengendarai mobil
sambil mendengarkan album terbaru Slank ini, jadi personil Slank lagi -
lagi tidak dimunculkan sama sekali. Selain itu,sebuah karya dari
“Mochtar Embut” berjudul “Mars Pemilu” dengan aransemen rock versi
Slank, juga dimasukkan di album yang terdapat sebuah lagu untuk seorang
teroris yakni Amrozi ini.
Album ini juga disebut sebagai album live
pertama di dunia. Walaupun sudah pernah ada yang merekam full album
secara live seperti “Greateful Dead” dan “Blues Traveler", namun band
tersebut tidak merekam nya di atas panggung seperti yang dilakukan
Slank. Untuk pematangan konsep, Slank pun tidak ragu dan malu untuk
menyewa sebuah studio ketika Slank berada di kota tempat mereka akan
show untuk konser Road To Peace tersebut. Bonus yang diselipkan di album
ini adalah sebuah poster dan masker berlogo peace yang di desain oleh
salah seorang Slankers.
Pada tahun 2004 ini juga Slank terpilih untuk
tampil di acara “MTV Asia Aid” sebagai wakili dari Indonesia di
Thailand dan Slank membawakan sebuah lagu yang diambil dari album
“Satu-Satu” yaitu “Karikatur”. Selain Slank, musisi lain yang tampil di
event bertaraf internasional tersebut adalah Simple Plan, Rain, Siti
Nurhaliza, Namie Amuro, Jay Chou, dan Hoobastank. Masih di tahun 2004,
lagi-lagi Slank merilis sebuah album baru yang diberi judul "PLUR" yang
merupakan singkatan dari kata “Peace, Love, Unity, Respect”, sebuah
semboyan baru Slank. Di album ke – 13 ini Slank mengandalkan lagu ”Ku
Tak Bisa”, “Biru”, dan lagu “Juwita Malam” yang merupakan lagu lawas
ciptaan "Ismail Marzuki" yang telah diaransemen ulang oleh Slank dan
dibuatkan dua versi yakni Blues dan Punk. Bersama salah satu lagu di
album yang sama yakni lagu “Biru”, Juwita Malam juga masuk sebagai lagu
pengiring film ”Banyu Biru”. Slank juga memberikan sebuah stiker dan
poster kalender sebagai bonus pembelian album ini, dan selain itu album
“PLUR” masuk sebagai album gitar rock terbaik bersama grup band Gigi,
Edane, dan Netral versi majalah ”GitarPlus” pada tahun 2005. Alasannya
adalah karena permainan gitar Abdee dan Ridho cenderung blues dan rock
‘n roll yang menyaru ke permainan gitar rock modern.
Desember 2004
Indonesia menangis karena terjadi bencana Tsunami di Aceh. Bencana Aceh
tersebut lantas dijadikan destinasi oleh Slank untuk mengumpulkan dana
dan memberikan sumbangan di tengah-tengah promo album PLUR. Maka di awal
tahun 2005, Slank dan Iwan Fals diajak “Deteksi Production” untuk
menggelar konser di 27 Kota di Indonesia dengan tajuk “Bersatu Dalam
Damai”. Slank dan Iwan Fals berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp.2,9
Milyar yang akan disumbangkan untuk korban bencana alam Tsunami di Aceh
dan sekitarnya. Target dari Deteksi dan A Mild adalah Rp. 3 Milyar
sehingga total dana yang terkumpul sebelumnya, dibulatkan menjadi Rp. 3
Milyar dan disumbangkan ke Aceh.
Tak lama setelah itu,Slank didaulat
oleh MTV Indonesia menjadi Icon dari MTV. Saat itu Slank berhasil
mengalahkan saingan lainya diantaranya grup band Dewa dan Chrisye. Malam
penganugerahan gelar tersebut diselenggarakan di TMII Jakarta dan
musisi yang hadir disitu membawakan lagu Slank di depan para personil
Slank. Ketika di tahun 2005 ini pula Slank untuk pertama kalinya show di
Korea Selatan tepatnya tanggal 7 Oktober 2005, Slank bermain di kota
Gwangju lewat undangan ”The May 18 Memorial Foundation” untuk tampil
dalam acara yang diberi judul ”Echo of Music Concert”. Slank membawakan
dua buah lagu yaitu ”Bang Bang Tut” dan ”Virus (English Version)”. Dalam
acara ini pula Slank juga bertemu kembali dengan ”Yoon Band”, musisi
Korea yang pernah berkolaborasi dengan Slank dan menghasilkan sebuah
lagu yang masuk ke dalam album mereka masing-masing.
Di penghujung
tahun 2005, Slank kembali merilis sebuah album studio ke – 14 nya yang
diberi titel ”Slankissme”. Slankissme sendiri merupakan sebuah ambigu
kalimat dari ”Slank Kiss Me, Slank Is Me, dan Slankisme”. Dalam album
ini terdapat ”Manifesto Slank, 13 Ajaran Nggak Sempurna” yang harus
diketahui oleh para Slanker dan Slank mengharap Slanker mengerti dan
menjalani nya. Dikatakan Nggak Sempurna, karena Bimbim yang
menciptakannya mengatakan kalau Kesempurnaan itu hanya milik Tuhan.
Single dari album ini adalah SBY, singkatan dari ”Sosial Betawi Yoi”
yang berirama Betawi dan Slank juga membuatkan video klip untuk jadi
single berikutnya, yakni lagu "Gak Ada 2 Nya" dan “Yang Manis”. Dalam
klip lagu Gak Ada 2 Nya, lagi lagi para personil Slank tidak muncul.
Yang ditampilkan hanya video kartun animasi yang menggambarkan kesetiaan
seorang pasangan. Bonus dari album bercover ilustrasi lagu Slankissme
ini adalah gantungan hp Slank.
Awal tahun 2006, Slank berkesempatan
berangkat ke Jepang untuk konser di negeri matahari terbit itu. Konser
pada tanggal 2 Januari itu bertujuan untuk acara ”Charity for Sumatra”.
Tahun 2006 ini bisa dibilang tahun tersibuk Slank dimana pada tahun
tersebut, Slank melakukan promo untuk album Slankissme sekaligus
menjalani tour di beberapa kota di Jawa Barat dan Banten dalam rangka
konser ”Ngedjinggo Bareng Slank” dan melakukan kegiatan bhakti sosial.
Bukan hanya itu, pada tahun ini pula Slank merilis ”Album Slank Since
1983” di Malaysia dan promo di negri Jiran tersebut. Masih di tahun yang
sama, Slank juga mampir ke Amerika untuk mengisi acara di 5 tempat live
house di beberapa kota di Amerika berkat undangan para mahasiswa
disana. Hal itu dijadikan kesempatan untuk membawa CD demo album Slank
yang telah ditranslate ke bahasa Inggris, agar albumnya bisa rilis di
luar negeri dan 'Go International'. Kesempatan emas itu pun hadir
tatkala Slank mengundang dua produser di konser mereka, yang satu dari
Amerika dan satu lagi dari Kanada. Yang pertama adalah ”Blues Saraceno”
mantan gitaris group band ”Poison”, yang juga guru gitarnya Ridho ketika
menuntut ilmu di Musician Institute Hollywood. Dan yang satunya lagi
adalah seorang produser dari Kanada yang juga hadir bersama vokalis dari
group Crowned King, Shawn Frank, yang pernah berkolaborasi dengan Slank
ketika konser Soundrenaline tahun 2005 di Bali. Mereka berdua tertarik
dengan Slank, namun pada akhirnya Slank lebih memilih Blues Saraceno.
Begitu
terbang ke Amerika Slank kembali menjadi band underground atau band
yang belum dikenal oleh siapapun, karena ini adalah kali pertama Slank
tampil di Amerika. Ketika di Las Vegas, Bimbim juga sempat membuat
sebuah lagu berjudul "Sin City" yang hasilnya ada di album berikutnya.
Sepulangnya dari Amerika tahun 2007, Slank kembali mengeluarkan album
studio dengan titel ”Slow But Sure”. Inilah album yang bisa dibilang
”jawaban” bagi para pendengar musik terutama Slanker, karena banyak
sekali yang meminta Slank untuk bermain akustik/unplugged. Di album ini,
Slank ermain sangat sederhana. Tidak ada bunyi bising dan yang ada
hanyalah suara-suara bersahabat dari perkusi, gitar akustik, dan
selingan harmonika. Di album ini terdapat lagu ”My Scooter Love” yang
diciptakan oleh Kaka dan di dedikasikan khusus untuk penggemar Skuter
asal Italia. Ada juga lagu berjudul ”Lapindo” yang mengkritisisasi
pengeboran yang dilakukan PT.Lapindo dan menyebabkan semburan lumpur di
kota Sidoarjo Jawa Timur. Selain itu, dalam album ini juga ada sebuah
hidden track yaitu lagu berjudul “Lilo”. Lagu ini tidak bisa di dengar
di album tersebut tapi liriknya terdapat di booklet album dan lagu ini
bisa didengar di situs game online Slank pada waktu itu, yaitu LiloCity.
Untuk memenuhi permintaan Slanker Malaysia, maka Slank membuatkan video
klip untuk semua lagu di album ini dan dikemas dalam bentuk VCD. Single
di album ini adalah lagu “Cinta?”, “Slalu Begitu”, dan “Sejak Kau
Benci” dimana proses pembuatan klipnya tidak memakan waktu lama, jadi
Slank kejar tayang bikin video klip. Bonus untuk pembelian album ini
adalah sebuah celana dalam Slow But Sure. Jadi apabila membeli kaset
atau CD akan mendapatkan CD juga.
Masih di tahun 2007, Slank mendapat
kesempatan untuk mengisi original soundtrack dari film “Get Married”.
Album OST.Get Married sendiri berisi 2 lagu baru, “Pandangan Pertama”
(lagu lawas milik A. Rafiq) yang diaransemen ulang oleh SLANK dan
dinyanyikan bersama “Nirina Zubir”, salah satu pemain film Get Married
dan 1 lagu baru lagi berjudul “Kuil Cinta”, yang merupakan lagu Slank
yang paling di sukai Ustadz Jefri Al Buchori. Ditambah 8 lagu lama yang
diambil dari beberapa album Slank. Di tahun yang sama,Slank meraih hasil
dari CD demo yang dibawa ke Amerika tahun 2006. Akhirnya Blues Saraceno
bersedia untuk menjadi produser Slank untuk perilisan album
internasionalnya. Lantas Slank kembali berangkat ke Negeri Paman Sam itu
untuk melakukan proses rekaman di Studio “City Sound’. Blues Saraceno
yang juga mantan guru gitar Ridho ini memberi banyak sekali masukan dan
idenya kepada Slank. Selesai rekaman album barunya di Amerika, Slank
kemudian pulang ke Indonesia dan ketika di rumah, Slank kedatangan tamu
dari Jepang yakni grup band “The Big Hip”. Kedatangan grup musik jepang
yang hanya menyisakan dua orang personil yaitu Mikio Shirai/Keybord, dan
Tetsuya Kajiwara/Drum ini adalah untuk mengajak Slank jamming bareng.
Kemudian Slank dan The Big Hip pun sepakat untuk membuat sebuah album
kolaborasi.
Proses rekaman segera berlangsung di Parah Studio antara
30 Oktober-2 November 2007 dengan 12 lagu yang bermayoritas nada cinta
Slank. Awal tahun 2008 album kolaborasi “Slank-The Big Hip” dilepas di
pasar musik Indonesia dengan 3 bahasa di dalamnya, yakni bahasa
Indonesia, Jepang, dan bahasa inggris. Lagu “Seperti Para Koruptor”
serta “Kilav” menjadi single andalan album yang bercover pinggul wanita
ini. Beberapa lagu berbahasa Jepang yang diciptakan bersama dengan The
Big Hip adalah “Sora (Halilintar)”, “Yumede Areba II (Semoga Ini
Mimpi)”, “Utaga Utaidasu (Lagu Mulai Bernyanyi)” dan “Yuwaku (Godaan)”.
Keunikan 2 grup ini adalah, Slank merilis album berjudul The Big Hip di
Indonesia. Sementara The Big Hip merilis album berjudul SLANK di Jepang.
September
2008, Slank kembali ke Amerika untuk merampungkan konsep album
internasional mereka yang sebelumnya sudah direkam bareng Blues
Saraceno. Setelah semua konsep matang, pada tanggal 30 September 2008
album bertitel “Anthem For The Broken Hearted” resmi diluncurkan di
Amerika. Ada 10 lagu berbahasa Inggris dalam album yang berisi 5 lagu
lawas yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris tersebut, yaitu “Devil
In U (Gara-gara Kamu), “Caricature (Karikatur)”, “I Miss U But I Hate
U”, “Virus”, dan “Too Sweet To Forget (Terlalu Manis)”. Serta 5 buah
lagu baru, yaitu “Do Something”, “Drug Me Up”, “Love Cursed”, “Since
You’ve Been Gone”, dan “Wake Up Tonight”. Setelah meluncurkan album baru
tersebut, Slank kemudian melakukan tour promo di kota - kota di
Amerika. Dimulai dari Los Angeles (25 Oktober), lalu di Chico California
(12 November) lanjut ke Nevada (13 November) dan Hollywood (20
November). Di Indonesia sendiri, album “Anthem For The Broken Hearted”
diluncurkan pada awal 2009 dengan bonus sebuah kaos berlogo album baru
tersebut. Bermula dari album inilah konsep penjualan album pun mulai
dirubah. "Slank nggak jualan album lagi" melainkan Slank menjual kaos
dengan bonus sebuah album yang merupakan sebuah trik pemasaran untuk
memerangi pembajakan. Desember 2008, bertepatan dengan hari ulang tahun
Slank yang ke-25 tahun, bekerjasama dengan operator telekomunikasi Esia,
Slank meluncurkan ”Hape Esia Slank” yang ditujukan kepada para
Slankers. Peluncuran HP ini merupakan suatu kolaborasi dari operator
telekomunikasi dan group band yang belum pernah dilakukan di Indonesia.
Setelah
sukses melepas album baru berbahasa Inggris sekaligus bekerjasama
dengan operator telekomunikasi dalam meluncurkan produk HP, di tahun
2009 Slank mulai menjajal dunia akting. Hasil pertemuan dengan Garin
Nugroho, Slank akhirnya sepakat membuat film dengan judul “Generasi
Biru”. Film Generasi Biru adalah sebuah film musikal tanpa dialog
sebagai persembahan 25 tahun perjalanan musik SLANK, hasil kolaborasi
tiga orang sutradara Garin Nugroho, John De Rantau dan Dosy Omar. Ide
kreatifnya dibuat oleh Garin Nugroho yang terinspirasi dari lagu-lagu
karya Slank selama 25 tahun sejak 1983-2008. Peluncuran film ini juga
dibarengi dengan peluncuran album OST. Generasi Biru yang berisi 2 lagu
baru berjudul “Slank Dance” dan “Monogami”. Untuk 13 lagu sisanya
diambil dari album lama dengan komposisi 2 lagu live”Indonesiakan Una”
dan “Mars Slankers” serta lagu dari album PISS ’94 yaitu “Cekal” yang di
aransemen ulang.
September 2009, Slank kembali merilis album
original soundtrack untuk film ”Get Married 2”. Dua lagu baru kembali
dimasukkan yaitu “Plis” berduet kembali dengan Nirina Zubir dan “Cinta
Kia”, 10 lagu sisanya kembali diambil dari album lama Slank. Tahun 2009
ini merupakan tahun terberat bagi Slank dimana beberapa rencana konser
terpaksa dibatalkan karena sulitnya mendapatkan ijin dari pihak
berwajib. Bahkan rencana pagelaran konser peringatan ulang tahun ke-26
pun yang semula akan digelar di PRJ Jakarta, lagi-lagi harus batal
karena masalah perijinan. Faktor keamanan menjadi alasan, dan hal ini
berlangsung hingga awal 2010.
Dalam kondisi ”pencekalan” manggung
ini, Slank akhirnya memutuskan untuk lebih konsentrasi menyiapkan album
baru. Alhasil, untuk pertama kalinya Slank meluncurkan mini album Jurus
Tandur No.18 dalam bentuk gadget. ”Nexian”, sebuah produsen gadget
terkenal bekerja sama dengan Slank meluncurkan ”HP Nexian Slank NX-G503”
dimana dalam HP tersebut terdapat mini album terbaru Slank Jurus
Tandur. Peluncuran album Slank kali ini telah memecahkan ”Rekor MURI”
mengenai album pertama yang diluncurkan melalui media handphone. Nexian
juga menjadi produsen HP pertama yang mengeluarkan HP sebagai media
album musik. Pada Juni 2010, Slank memanjangkan mini album ”Jurus
Tandur” menjadi full album "Jurus Tandur No.18. Jurus Tandur adalah
singkatan dari ”Maju Terus Pantang Mundur”, sedangkan ”No. 18” adalah
pertanda bahwa album ini merupakan album studio ke-18 Slank. Terdapat 17
buah lagu yang diramu dalam album Jurus Tandur ini dan Slank turut
mengajak Model sekaligus Bintang Film ‘Fahrani’ untuk berduet di lagu
yang berjudul ”Kukejar dan Kutangkap Kau (KKK)”. Selain itu, untuk
mendukung Live Earth Run for Water” salah satu acara yang dibuat untuk
mendukung penyelamatan air di Bumi, Slank membuat lagu berjudul ”Krisis
Air” yang di akhir lagu terselip sebuah puisi yang dibacakan oleh mantan
Miss Indonesia ”Nadine Chandrawinata”. Lagu yang berjudul sama dengan
judul albumnya yakni ”Jurus Tandur”, menjadi lagu yang di andalkan untuk
album ke 18 Slank ini diikuti lagi "Biar Happy" sebagai single
berikutnya. Untuk lagu Cemburu.Com, kembali lagi Slank tidak menyertakan
liriknya di dalam album. Lirik lagu Cemburu.Com dapat di lihat di
Website Slank Slank.Slank.com. Apabila Slankers membeli kaos Jurus
Tandur, maka akan mendapatkan album ini dengan cover yang berupa poster
dan bisa dipajang di tembok kamar.
Tahun 2010 menjadi tahun
kebangkitan Slank. Setelah mengeluarkan album baru, masalah perijinan
konser pun sudah mulai gampang. Slank kembali naik panggung menyapa para
Slankers. Bahkan, pada tanggal 21 Oktober 2010 bertempat di ”Usmar
Ismail Hall, Jakarta”, ”Rumah Pohon Indonesia” dan ”Djarum Super”
menghadirkan film ”Metamorfoblus” kepada media untuk pertama kalinya.
“Metamorfoblus” adalah sebuah film dokumenter yang membahas kehidupan
beberapa Slankers yang sangat dipengaruhi oleh Slank itu sendiri. Film
ini disutradarai oleh Dosy Amar yang dahulu juga turut menyutradarai
“Generasi Biru”. Melihat pengaruh Slank dalam kehidupan Slankers dan
bagaimana Slankers menginterpretasikan lirik dari setiap lagu Slank dari
sudut pandang mereka adalah sesuatu yang unik dan berbeda. Namun, itu
bukanlah satu-satunya yang unik dari film dokumenter ini. Dengan band
ikonik seperti Slank, film ini ternyata tidak dirilis ke jaringan
bioskop komersil seperti film-film lainnya. Dalam gerakan bioskop
alternatif ini, “Metamorfoblus” akan bergerilya ke tempat-tempat yang
relatif layak sehingga pembuat film dan penonton film dapat bertemu
dalam sebuah peristiwa bernama pemutaran film. Tujuannya adalah
memberikan jembatan yang jauh lebih lebar, antara para pembuat film dan
para penonton film. Sehingga bisa diapresiasi sebagai sebuah karya seni
dan sebuah hiburan yang bisa menghasilkan nilai-nilai ekonomi.
Pada
Desember 2010, dalam rangka ulang tahun Slank yang ke-27, Nexian kembali
mengeluarkan handphone terbarunya yang bertemakan “Nexian-Slank 27th
Anniversary”. Tidak jauh berbeda dari yang pertama, handphone ini juga
mempunyai banyak fitur yang membuat para Slankers menjadi lebih dekat
dengan Slank yaitu Slanker Messenger. Yang merupakan Pesan instant yang
hanya bisa dilakukan sesama pengguna telepon genggam ini.
Memasuki
tahun 2011, Slank mengeluarkan album terbaru yang jauh berbeda dengan
album Slank sebelumnya. Tepatnya pada bulan April, Slank meluncurkan
Album "Slank Party Nonstop Disco DJ Remix" hasil kolaborasi dengan para
Disc Jokey dari 1ndepenc3 DJ. Persembahan untuk mata, telinga dan hidung
bagi para Slanker diseluruh dunia. Sebuah album yang merangkum lagu -
lagu hitsnya Slank dengan arrasement yang berbeda. Ide ini datang dari
Amir yang merupakan mantan Jaddahnya Kaka yang sering pergi ke klub dan
menikmati gemerlapnya dunia malam. Amir mengatakan kalau beberapa kali
dia ke klub, para pengunjung di klub itu banyak yang meminta lagu Slank
untuk dimainkan oleh homeband-nya. Akhirnya, timbullah ide untuk membuat
versi remix lagu-lagu Slank. Maka, suatu hari dia membawa demo hasil
remix itu kepada Bimbim yang menyambut ide itu dengan reaksi positif.
Singkat kata, Amir mengumpulkan DJ yang sebagian besar datang dari
Jakarta Utara untuk me-remix lagu itu. Para DJ yang mendapat kehormatan
untuk me-remix lagu-lagu Slank itu adalah: Discomafia alias DJ Lotus
Nadeak (“Virus”, “Seperti Para Koruptor”, “Orkes Sakit Hati”), DJ Auguts
(“Jurustandur”, “Slankdance”), DJ Telly Alvaro (“Ku Tak Bisa”), DJ
Rudhy’z DJ’R (“Pulau Biru”), DJ D’Jackerss (“Balikkin”), DJ Imam Hood
(“SLANK.A.M. Burger”, “Kalo Aku Jadi Presiden”), DJ Abow Djail (“Bang
Bang Tut”), DJ A Soen (“Terlalu Manis”, “Bang Bang Tut”), Dj Angga
(“Kamu Harus Pulang”). Ide untuk membuat album seperti ini sebenarnya
sudah ada dari dua tahun lalu, cuma baru kesampaian bulan Februari tahun
2011. Album Slank Party Nonstop Disco DJ Remix ini tak hanya
dikeluarkan dalam versi kaset dan CD, tapi juga versi DVD yang setiap
kemasannya berisi bonus hio alias aromatherapy. Di kemasan CD tertulis:
Tutup jendela, matikan lampu, putar volume paling keras, nyalakan hio,
rasakan apa yang terjadi. Salah satu alasan dibuatnya album ini juga
agar Slank bisa tampil di klub, mengingat mereka sempat susah mendapat
izin untuk tampil di lapangan terbuka.
Meski kondisi keamanan Papua
kerap tidak kondusif, namun Slank justru tertarik dan tertantang untuk
kembali hadir di depan Slanker Kota Jayapura. Alhasil pada awal Oktober
2011 Slank tampil di hadapan ratusan Slankers di Ballroom Hotel Aston
dalam rangkaian tour tahunan A Mild As You Like It. Slank tampil
atraktif bersama Suku Biak, Papua secara spektakuler. Berawal saat
segerombolan anak muda Papua dengan pakaian adat setempat membawa
rumbai-rumbai, adegan itu dimulai. Mereka menancapkan sebuah topi
rumbai-rumbai khas Papua itu ke kepala Kaka dan sontak membuat suasana
semakin heboh. Ini adalah kali pertama Slank berkolaborasi dengan Suku
asli Papua, dan Slank juga menyanyikan lagu Lembah Baliem bersama.
Ketika
usia Slank mendekati 28 tahun. Slank mendapat sebuah kado yang pastinya
terlalu manis untuk dilupakan oleh Bimbim, Kaka, Abdee, Ridho dan Ivan.
kurang dari sebulan sebelum Slank merayakan ulang tahunnya di bulan
Desember. Pada tanggal 1 November 2011, Slank tampil di Fort Canning
Park, Singapura satu panggung dengan grup band Legendaris yang sangat di
idolakan Kaka yaitu Whitesnake. Band dengan basis massa fanatik yang
tersebar hingga di luar Indonesia ini menjadi satu - satunya band
pembuka Whitesnake. Bagi Slank, ini bukan kali pertama mereka tampil di
luar negeri. Sebelumnya, SLANK telah menjelajah lintas benua ke berbagai
negara di Asia, Eropa dan Amerika. Sedangkan catatan konser di dalam
negeri tidak perlu dipertanyakan lagi. Karena mulai dari kota-kota besar
hingga kota terpencil, dimana perjalanan tur harus disambung dengan bus
atau perahu motor seperti di pedalaman Kalimantan, sudah mereka datangi
untuk bertemu dengan Slankers yang ada di pelosok. Bagai sebuah mimpi
yang menjadi kenyataan. Begitulah yang diungkapkan Slank tentang konser
di Singapura bersama Whitesnake ini. Negara kota ini memang selalu
mendatangkan band kelas dunia untuk bermain di sini dan tentunya
didukung dengan stage, sound system dan lighting yang spektakuler. Satu
hal unik yang menjadi kesamaan antara Slank dan Whitesnake adalah, kedua
band ini hanya menyisakan satu personel sejak kali pertama band mereka
terbentuk. David Coverdale di Whitesnake dan Bimbim di Slank. Kedua band
ini juga baru sekarang menggelar konser di Singapura.
Kesulitan
mendapatkan izin menggelar konser kembali mengiringi karir bermusik
Slank. Alhasil, pada bulan November 2011 Slank akhirnya menyabotase
salah satu Stasiun Radio. Slank menjadi Penyiar di I-Radio Jakarta
setiap hari selasa selama bulan November. Slank tidak hanya melakukan
siaran, namun Kaka, Ridho, Ivanka, Abdee, dan Bimbim juga berbincang
dengan pembahasan yang berbeda mengenai pemikiran Slank terhadap kondisi
bangsa Indonesia. Tentunya Slank juga menghibur Slankers dan
I-Listeners (panggilan akrab pendengar I-Radio) dengan membawakan secara
live dan memutarkan lagu-lagu Slank. Namun yang unik adalah, Slank
membawakan lagu-lagu yang kurang dikenal masyarakat luas.
Setelah
itu, slank juga didaulat oleh Mantan Wakil Presiden Indonesia yaitu
Jusuf Kalla sebagai salah satu duta Pulau Komodo untuk menjadi salah
satu dari tujuh keajaiban dunia yang baru atau 7Wonders of Nature. Dalam
rangka memperbanyak jumlah vote yang masuk agar Komodo dapat
memenangkan kontes ini, Pendukung Pemenangan Komodo (P2K) yang
diprakarsai oleh Abdee menyelenggarakan konser yang bertajuk Konser
Pilih Komodo, di Rolling Stone Cafe, Jakarta Selatan.
Sebelumnya,
pada akhir Oktober 2011 Slank juga berkunjung ke Pulau Komodo President
New 7 Wonder of Nature Bernard Weber, Jusuf Kalla, dan Fadly "Padi.
Menjadi
suatu kesedihan bagi Slank dan Slankers, dimana ketika hari ulang tahun
Slank ke-28th tiba, Slankers harus kembali menelan kekecewaan. Pasalnya
grup yang mereka idolakan ini gagal menggelar konser perayaan ulang
tahunnya karena masalah perizinan. Namun Slank tak kehilangan akal,
seperti yang dikatakan Kaka “Kita harus seperti air yang bisa mengalir
ke mana aja, kalo gak bisa kesini ya kesitu”. Maka untuk sedikit
mengobati kekecewaan Slankers yang telah datang ke Potlot pada hari H,
Slank akhirnya menggelar acara nonton bareng film Metamorfoblus di
Ragunan, Jakarta Selatan.
Pada awal 2012, Slank kembali bekerja sama
dengan Garin Nugroho. Kali ini Garin mempercayai Slank untuk mengisi
Soundtrack drama seri “Tim Bui", sebuah drama seri yang merupakan
alternatif untuk mendidik para pemirsa televisi Indonesia di tengah
maraknya program sinetron yang mewarnai layar kaca. Untuk soundtrack Tim
Bui, Slank membuat lagu baru yang berjudul “Punya Cinta” dengan
pengambilan gambar yang dilakukan di Benteng Van Der Wijck yang terletak
di Gombong Jawa Tengah.
Masih di bulan Februari, Slank kembali
menelurkan album. Tepatnya pada Februari 2012 Slank merilis mini album
terbaru berjudul "I SLANK U". Dalam mini album penuh cinta Slank ini
hanya tersedia 5 lagu, yang terdiri dari 2 lagu baru dan 3 lagu lama
yang diaransemen akustik versi Slank. Yang membuatnya unik adalah dalam
proses penjualannya. Untuk mini album ini, Slank bekerja sama dengan
salah satu restoran cepat saji yaitu KFC dan Slankers hanya bisa
mendapatkan album ini di Outlet KFC di kota masing – masing. Selain beli
ayam dapat Album, Slankers juga mendapatkan bonus berupa kepingan CD
album Internasional Slank “Anthem For The Broken Hearted”.
Setelah 28
tahun melalang buana di industri musik, awal maret 2012 Slank
mengumumkan bahwa grup band rock terbesar di Indonesia ini akan
menggelar konser spesial sebagai bukti cinta terhadap Slankers. Konser
yang akan berlangsung pada 12 Mei 2012 di MEIS Ancol Jakarta Utara ini
kabarnya akan menjadi konser terbaik Slank. Setelah beberapa kali gagal
menggelar konser karena terbentur izin, untuk konser ini Slank mengaku
tidak kesulitan mendapat izin karena konser ini berlangsung di dalam
ruangan dan didukung oleh pihak kepolisian karena nanti Slank juga akan
memberikan donasi untuk para penderita HIV/AIDS. Beberapa musisi juga
akan hadir dalam konser ini, dan mereka akan membawakan lagu Slank di
hadapan para personil Slank. Dalam konser ini pula Slank akan
mengapresiasi musisi legendaris Indonesia dengan membawakan beberapa
lagu dari Chrisye, Iwan Fals, dan Benyamin.S yang telah mempengaruhi
karir bermusik Slank.
Setelah mengumumkan konser I Slank U The
Journey Of The Blue Island, Slank diajak oleh salah satu produsen rokok
yakni Djarum Coklat untuk melakukan perjalanan spiritual bersama grup
musik religi akulturatif yakni Ki Ageng Ganjur yang dipimpin oleh
Dr.Al-Zastrouw dengan tajuk "Xtraligi 2012 Slank tur 25 Kota bersama Ki
Ageng Ganjur". Dalam even tahunan Djarum Coklat tersebut, Slank juga
bersilaturahmi ke Pondok Pesantren yang berada di kota yang disinggahi
Slank. Dalam penampilannya di konser Xtraligi ini, Slank juga tak hanya
bernyanyi bersama Slankers. Slank juga mengajak Slankers untuk mengaji
dan bershalawat bersama, dan Slankers juga mendapatkan virus religi
melalui tausiyah Dr.Al Zastrouw di setiap jeda lagu yang Slank mainkan.
Bagaimana kisah perjalanan Slank selanjutnya.? kita nantikan saja Slankers Indonesia.
Satu hal yang pasti dari Grup band yang beralamat di Jl.Potlot 3 No.14 Duren Tiga, Jakarta Selatan ini.
"SELAMA REPUBLIK INDONESIA MASIH BERDIRI, SLANK GAK AKAN BUBAR.!"